site hit counter
     

Obesophobia

Obesophobia (dari bahasa Yunani: Phobia, yang berarti "ketakutan" atau "takut sehat" dan obeso berarti "gemuk") adalah rasa takut, terus-menerus yang abnormal mengenai ketakutan obsesif atau kenaikan berat badan.

Individu dengan fobia ini awalnya dimulai dengan keinginan untuk menurunkan berat badan yang berubah menjadi keinginan kompulsif untuk menghindari segala sesuatu yang dapat mengakibatkan kenaikan berat badan. Sebuah kebiasaan menghindari dapat menyebabkan perasaan gagal jika berat badan bertambah. Kenaikan berat badan dipandang sebagai kegagalan oleh mereka yang menderita Obesophobia dan karena itu mereka mengalami ketakutan yang abnormal terhadap apa pun yang akan menyebabkan mereka gagal.

Disini kita akan bahas apa saja penyebab Obesophobia, gejala, dan cara perawatannya.

Penyebab

Penyebab pobia yang paling umum yaitu lingkungan, evolusi, dan neurobiologis. Fobia timbul dari kombinasi kecenderungan internal (keturunan, genetika, dan kimia otak) dan dipengaruhi juga faktor eksternal seperti trauma dan biasanya dapat ditelusuri kembali ke usia dini. Secara khusus obesophobia dikaitkan dengan obsesi dengan penurunan berat badan. Hal ini dapat dipicu oleh

  • Persepsi masa kanak-kanak, seperti ketiak ada orang berjuang dengan berat badan atau meninggal karena komplikasi dari berat, dan orang tua menyampaikan kepada anak-anak mereka sikap negatif mengenai berat badan

  • Persepsi Media. Media memainkan peran besar dalam pendapat seseorang tentang apa yang dia anggap sempurna, tampil seperti model, selebriti, dan atlet dengan tubuh "sempurna".  Media juga telah memberi penekanan besar pada jumlah kalori, diet, dan berat badan. Hal ini menyebabkan Anda (wanita atau pria) menjadi terobsesi untuk menjadi kurus, diet dan menjaga berat badan tetap stabil.

  • Masalah budaya. Di suatu Negara ada yang beranggapan bahwa berat badan  masyarakat diatur oleh negara. Ada sebuah gagasan bahwa kurus dan gemuk adalah sebuah kewajiban budaya. Mereka yang menderita masalah obesitas didiskriminasi dalam mengakses pendidikan, kesempatan ekonomi, masalah  sosial, dan bentuk-bentuk diskriminasi lainnya.

Gejala

Orang yang berjuang dengan obesophobia sering menempatkan pembatasan pada aspek kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini dapat mencakup hal-hal seperti pergi ke sekolah, berganti pekerjaan, membeli tren pakaian, kencan, menikmati hubungan seksual, dan kadang-kadang bahkan mencari perawatan medis. Mereka juga menderita hal-hal seperti obsesi tentang teknik penurunan berat badan. Mereka merasa selalu makan terlalu banyak, mengabaikan kelaparan, melihat diri mereka sebagai tumpukan lemak dan perasaan panik bahwa mereka sudah makan terlalu banyak.

Orang yang menderita obesophobia mungkin dapat membatasi asupan lemak dalam diet mereka juga. Orang ini mungkin menderita gizi buruk dari tidak mendapatkan cukup lemak dalam makanan. Mereka juga kemudian dapat menderita hal-hal seperti lekas marah, depresi, dan kecemasan.

Gejala Mental

  • Obsesi pikiran

  • Rasa takut yang berlebihan dan kesulitan berpikir

  • Mental yang down akibat pandangan yang salah mengenai berat badan.

Gejala Emosional

  • Selau mengantisipasi

  • Kecemasan yang tak terkendali

  • Merasa ada teror

  • Ketidakmampuan berfikir secara normal

  • Meningkatnya perasaan marah, sedih, takut, sakit hati dan rasa bersalah ketika berpikir tentang berat badan.

Gejala Fisik

  • Pusing, kesemutan, sesak napas

  • Jantung berdebar

  • Nyeri dada

  • Gemetar

  • Mulut kering dan mual

  • Berkeringat, panas dan dingin.

Agar diet Anda tidak menyebabkan obesophobia, Ada solusi buat Anda, klik: Weight Loss-Menurunkan Berat Badan